Kita Melanggar Perintah Allah Swt


Seorang anak muda berkata,

 “Tidakkah terlihat kerusakan kita semakin nyata di depan mata. Kezaliman meraja lela. Sementara solusi atas semua perkara itu tidak pernah mampu mengatasinya.” 

Pemuda yang berda di sampingnya menjawab, ''itu urusan bukan urusan kita, itu urusan urusan mereka yang telah kita pilih untuk mewakili kita. Biarkan mereka yang merawatnya karena merekalah ahlinya.''

Seorang anak baru gede mendengar pembicaraan mereka itu lantas ikutan berkata,

'' Sungguh aku tidak melihat masalah yang kau ucap itu saudaraku. Mari tunjukkan masalah mana yang kau maksudkan?.” 

pemuda pertama, kembali angkat bicara,

“perkara yang saya maksudkan adalah peraturan kehidupan.perkara yang mengatur tentang pergaulan manusia dengan sesama manusia, peraturan manusia dengan tuhannya, dan peraturan manusia dengan dirinya sendri.”

“Lalu?.” 

Timpal anak baru gede itu dengan penuh rasa ingin tahu. Anak muda tadi melanjutkan. 

“Mengapa kehidupan kita sekarang ini penuh dengan kerusakan? Padahal kita solat, kita haji, kita puasa, semua ibadah yang hubungannya antara kita dengan tuhan, semuanya kita taati. Namun tetap saja kerusakan dan kezaliman tidak berkurang, tapi malah semakin berutal.?” 

Seorang ustazd melintas di depan perkumpulan itu dan mendengar pembicaraan pemuda itu. 

“Wahai anak muda. Diamlah karena itu lebih baik bagimu.”

Pemuda ini terlihat semakin semangat ketika mendengar jawaban ustzd itu. Lantas dia kembali mengambil alih pembicaraan itu. 

“Wahai ustazd, tahukah kau apa yang aku maksudkan? Sehingga Anda menyambar pembicaraan kami tampa mengetahui awal pembicaraan kami? Yang ingin saya tanyakan ke sana wahai ustazd, apakah ustazd merasa telah membayar perintah perintah.?” 

Tanya pemuda itu. semua orang yang berada di tempat itu terdiam. Mereka hendak mendengarkan jawaban ustazd itu.


“Mulai, Nak. Kita telah meminta permintaan permintaan, selebihnya kita serahkan saja kepada-Nya. Yang penting kita sholat, kita puasa, bayar zakat, naik haji, jika mampu.”

'' Ucapan ustazd itu, hadits atau ayat Al-Quran? 

tanya pemuda itu. Sementara yang lainnya tetap menyimak dengan cermat.

 “Ini rukun Islam, Nak. Penjelasan tentang ini lengkapnya ada dalam hadits rasulullah, Nak.” 

Sambung ustadz itu. 

“jika seperti itu, banyak juga hadits Rasulullah tentang pentingnya berbuat baik sesama manusia. Bahkan ayat Al-Quran dengan jelas menyebutkan. ‘Innamal mukminuuna Ikhwah’sesungguhnya orang-orang mukmin itu bersaudara.” Sambung pemuda itu.

 “ya, betul sekali,Nak.” 

Sahut ustadz itu.

“Sekarang saya ingin penjelasan dari ustadz, kenapa kita hanya mengambil sebagian dari perintah Allah dalam Al-Quran untuk kita taati, dan meninggalkan sebagian lainnya.?” 

Sang ustadz sedikit terkejut dan mengeser tempat duduknya. Tadinya dia mengira ilmunya sangat tinggi, kini merasa seperti sangat bodoh. Dia berulang kali membasahi bibirnya dengan ujung lidahnya, sepertinya dia hendak berbicara lama atau diam. 

“Nak, apa maksudmu.?” 

Tanya ustadz itu lembut sekali.

“Begini maksud saya ustadz, kita dihidupkan kembali oleh Allah di dunia ini untuk menjadi khalifah fil ard dan hanya semata-mata untuk beribadah kepanya, bukan begitu ustadz? Tapi kita sering lupa tentang aturan itu kehidupan kita sendiri yang diajarkan dalam al-quran dan hadits rasulullah sebagai tunutunan kita dalam beragama ini.

 Contohnya ustadz, kenapa kita hanya mengurus hubungan kita dengan Allah saja, dan hubungan kita dengan sesama manusia kita putuskan. 

Kita memiliki agama yang sempurna. Yang mengatur segala macam urusan kehidupan kita. Mengapa kita mengabaikan semua itu.?”

“Oh, anaknda bicara syari'ah, ya.?” 

Sambung ustad itu.

0 Response to " Kita Melanggar Perintah Allah Swt"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel