Perhiasan Dalam Rumah Tangga
Tuesday, February 28, 2023
Add Comment
Di depan rumah beratap rumbia, tampak sepasang suami istri sedang adu mulut. Suara mereka keras saling menghardik.
Hampir tak ada rahasia lagi tentang apa yang sedang mereka bicarakan. Di depan mereka terlihat pula segala macam perlengkapan rumah berserakan.
Sebuah pemandangan mirip seperti kapal pecah. siistri terlihat sedang memangku bayi mungilnya yang lucu. Sedangkan suaminya mengenggam sebilah pisau tajam mengkilap.
Mataku tak berkedip barang sedikit pun menyaksikan tingkah mereka. Rasa ingin tahuku mentut untuk menghampiri mereka secepat mungkin.
Ingin mengetahui apa sebenarnya yang sedang mereka perbuat.
Apakah mereka sedang jualan perlengkapan rumah? Ataukah barang-barang itu baru saja mereka beli.
Begitulah yang terbesit dalam benakku saat melihat bantal dan sejumlah peralatan rumah lainnya terhampar di halaman itu.
“Ya! Bagi, potong saja. Pembagian jadi adil,kan!!?” terdengar suara istrinya keras seraya menunjuk sebuah bantal guling.
Sementara bayi mungil itu merengek seolah munyuruh kedua orang tua mereka mengakhiri pertikaian itu. suaminya tidak tinggal diam, ia meletakkan mata pisau itu di bagian tengah bantal.
“Lihat!!”
kata suaminya sembari menyembelih bantal itu. bantal guling yang utuh kini telah terputus menjadi dua.
“Kamu, puas?”
tambah suaminya dengan suara kasar. Dengan mata meloto suaminya berkata,
“Apa kuali, panci, dan kursi ini perlu juga kumutilasi agar kau puas?”
sambungnya menunjuki barang dengan ujung pisau dalam genggamannya itu. Aku hendak tertawa menyaksikan pertunjukan itu. tapi aku tidak tega, karena istrinhya telah mulai menitiskan air mata.
***
Seorang anak berpakaian seragam SMA, tiba-tiba datang dengan tergesa-gesa.
Setibanya di hadapan suami perempuan itu, lalu tangan kananya melayang menghantam permukaan wajah lelaki itu.
lelaki itu tak sempat mengelak. Mungkin anak ini berlatih ilmu bela diri. Ketangkasan tangannya sangat lihai mengenai sasaran.
“Apa yang sedang ayah lakukan disini? Apa ayah tidak malu?”
kata anak itu setelah puas menampar wajah lelaki tua itu. Sekarang aku tahu siapa anak muda berseragam itu. Ternyata anaknya sendiri.
Sekarang pemandangan terlihat menyeramkan. Pisau tampak mulai diacungkan ke arah anak itu. Tidak, ia hanya mengancam anak itu. ia belum melayangkan pisaunya.
“Bengak kau, pria bodoh.”
Istrinya berteriak keras sambil berlari dan menghilang kedalam rumah. Lalu istrinya keluar membawa sebilah pisau tumpul dan melayangkan pada suaminya sendiri.
“Ooh awas!!”
kataku tampa sadar. Suasana berubah ganas.
Tapi, dengan sigap suaminya mengelak. Suminya jelas sangat berbakat untuk sebuah adengan persilatan itu.
0 Response to "Perhiasan Dalam Rumah Tangga"
Post a Comment